G Suite Gratisan
Opini

Curhat Seorang Pengguna G Suite Gratisan

Dahulu, sekitar tahun 2009, marak para bloger berlomba-lomba membuat email dengan domain pribadi mereka. Memang, saat itu punya email dengan domain sendiri memang terasa jauh lebih bergengsi dibandingkan mereka yang masih memakai email dengan ekstensi @gmail.com, @yahoo.com, @live.com, dan sebagainya. Ketika itu Google menjadi salah satu kesayangan para bloger yang mempunyai domain pribadi, karena mereka memberikan sebuah layanan yang ramah terhadap bloger-bloger kere (seperti saya): Google Apps for Your Domain.

Sekilas Tentang Google Apps for Your Domain

Google Apps for Your Domain, pernah berganti nama menjadi Google Apps for Your Work, lalu terakhir bertransformasi menjadi G Suite, adalah sebuah layanan yang disediakan oleh Google bagi para pengguna yang ingin memiliki email dengan domain pribadi. Layanan ini menarik karena tidak hanya email, namun akun yang memakai domain pribadi tersebut juga telah terintegrasi dengan semua layanan Google yang ada, seperti YouTube, Google Drive, Play Store, dan lainnya.

Di sanalah saya langsung menjadi fan berat Google, karena menurut saya membuat email dengan domain pribadi lewat cPanel hosting tidaklah begitu praktis untuk digunakan. Ditambah lagi akun email yang terintegrasi dengan layanan Google lainnya, dan masing-masing domain mendapat jatah untuk 10 user account. Sungguh sangat menarik. Karena, sekali lagi, ini semua gratis.

Versi Gratis Berakhir

Pada tahun 2012, sekitar tiga tahun lamanya saya memakai layanan G Suite gratisan, terdengar kabar yang kurang sedap: Google akan berhenti memberi layanan G Suite gratisan, Layanan G Suite yang diberikan mulai awal 2013 hanya tersisa versi premium/berbayar. Saya, yang waktu itu langsung panik (karena sudah terbiasa dimanjakan dengan fitur-fitur Google yang ciamik), berpikir: Akun saya mau dikemanakan?

Namun perasaan langsung lega ketika mengatahui bahwa pengguna lama yang sudah memiliki akun gratisan, tetap bisa menikmati layanan G Suite gratisan selamanya. Good deal, right? Lantas di mana masalahnya sehingga saya merasa harus curhat? Ternyata masalahnya ada pada layanan-layanan Google (Youtube, Play Store, Maps, dll) yang disediakan untuk para pengguna gratisan. Salah satunya, Google Local Guides.

Apa Itu Google Local Guides?

Google Local Guides adalah sebuah program dari Google untuk meningkatkan keikutsertaan pengguna-penggunanya untuk membangun sistem peta digital milik Google: Google Maps. Setiap pengguna Google Maps yang aktif dalam memberi ulasan, melakukan koreksi, mengupload foto, atau menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai tempat-tempat yang terdaftar di Google Maps, akan otomatis menyandang gelar “Local Guide”, yang memiliki level-level tertentu, mengindikasikan seberapa aktifnya mereka.

Local Guides Berlomba untuk Merebut Perks
Local Guides berlomba untuk merebut Perks

Menariknya, Google juga kerap memberikan hadiah (mereka menyebutnya “Perks”) pada Google Local Guides yang aktif. Dahulu contohnya, Google Local Guides yang berhasil mencapai level 5 (yang mana memerlukan ratusan poin) akan diberi hadiah tambahan ruang Google Drive sebanyak 1 TB untuk pemakaian selama satu tahun. Selain itu, hadiah-hadiah lainnya acap kali datang tanpa diduga. Pada akhir 2015 contohnya, saya yang dahulu adalah seorang Local Guide dengan level 6 diberikan voucher Go-Jek seharga 150.000 Rupiah. Tak hanya itu, bulan depannya saya mendapat voucher belanja seharga 100.000 Rupiah untuk digunakan di Tokopedia. Jadi tidak hanya membahagiakan para Local Guides, tapi Google juga membantu mempromosikan perusahaan-perusahaan startup lokal. Sungguh mulia.

Namun sekarang berubah, sejak tahun 2018, Perks yang diberikan mulai terasa berkurang. Awalnya saya mengira mungkin Google sudah berhasil mencapai target user engagement di komunitas Google Mapsnya, sehingga merasa tidak perlu lagi melakukan promosi. Namun di kemudian hari saya menjadi sadar: ternyata tidak semua pemberian Perks dihentikan. Masih banyak Local Guides di sana yang mendapatkan Perks menarik dari Google. Setelah sedikit riset, ternyata ada perbedaan yang menonjol antara saya dan beberapa Local Guides lain yang bernasib sama, dengan mereka yang tetap mendapatkan Perks: Domain akun Google kami berbeda.

Bukan untuk G Suite Gratisan
Banyak Local Guides di luar sana yang mendapatkan Perks unik, kaos kaki ini contohnya

Ternyata Local Guides yang tidak lagi mendapatkan Perks adalah para pengguna G Suite, terutama yang gratisan. Para Local Guides yang masih menikmati Perks sampai saat ini adalah pengguna dengan email berakhiran @gmail.com.

Setelah mencari informasi di sana-sini, saya mendapati hal-hal yang kurang mengenakkan lainnya. Ternyata “pilih kasih”nya Google tidak hanya pada program Local Guides namun juga pada layanan Google lainnya. Sebagai contoh, Pengguna G Suite gratisan tidak bisa memberi rating ataupun ulasan pada aplikasi-aplikasi di Google Play Store. Bukan hanya itu, jika Google melakukan upgrade pada desain interface aplikasi web mereka (seperti Gmail, Google Drive), maka akun yang menggunakan G Suite baru akan merasakan upgrade tersebut beberapa bulan kemudian.

Bagaimanapun juga, tulisan ini tetaplah sebuah curhat. Saya tidak menuntut apa-apa dari Google (walaupun Perks kaos kakinya amat menggiurkan), hanya heran saja, mengapa pengguna G Suite gratisan dianaktirikan tanpa ada penjelasan yang jelas dari pihak Google sendiri, mengingat pengguna G Suite Gratisan adalah pondasi ekosistem Google yang kini sangat masif.

But still, Google, where’s my socks?

Tags:

Leave a Reply